Kegiatan MGMP SMPN 1 Cibal memasuki hari ketiga. Kegiatan yang dilakukan berupa praktik mengajar (peer teaching) oleh beberapa guru mata pelajaran sebagai bentuk aplikasi dari kegiatan sehari sebelumnya, yakni penyusunan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pedekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Kegiatan ini dipandu oleh Kaur Kurikulum, Yosef Henjui, S.Pd dengan tim fasilitator SMPN 1 Cibal sendiri, Bernadeta Suriani, S.Pd, Maria Veronika Bunga, S.Pd, dan Emiliana Nggusu, S.Pd
Suasana MGMP Hari Ketiga, Kasek Adrianus Saat Berikan Beberapa Penegasan, Kegiatan Peer Teaching Oleh Guru Model. Sumber Foto: Dok.Sekolah
smpn1cibal.sch.id. Pagal (9/1)- Kegiatan MGMP tingkat SMPN 1 Cibal memasuki
hari ketiga. Kegiatan yang dilakukan berupa praktik mengajar (peer teaching) oleh beberapa guru mata
pelajaran sebagai bentuk aplikasi dari kegiatan sehari sebelumnya, yakni
penyusunan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pedekatan pembelajaran
mendalam (deep learning). Kegiatan ini
dipandu oleh Kaur Kurikulum, Yosef Henjui, S.Pd dengan tim fasilitator dari
SMPN 1 Cibal sendiri, yaitu Bernadeta Suriani, S.Pd, Maria Veronika Bunga,
S.Pd, dan Emiliana Nggusu, S.Pd.
Kegiatan Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP) tingkat UPTD SMPN 1 Cibal memasuki hari ketiga. Adapun agenda
kegiatan yang dilakukan hari ini adalah praktik mengajar (peer teaching) oleh
beberapa guru mata pelajaran. Kegiatan ini merupakan bentuk aplikasi dari
kegiatan yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya, yaitu penyusunan perangkat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM).
Kegiatan ini dipandu Kaur Kurikulum, Yosef Henjui, S.Pd dan dipantau
sendiri oleh Kasek SMPN 1 CIbal, Adrianus Saverius Sudu,S.Ag. Tentunya ‘dikawal’
juga oleh para rekan guru yang menjadi fasilitator. Mereka adalah Bernadeta
Suriani, S.Pd, Maria Veronika Bunga, S.Pd, dan Emiliana Nggusu, S.Pd. Ketiga
guru hebat ini telah mengikuti pelatihan intensif mengenai pendekatan
pembelajaran mendalam pada beberapa bulan lalu di tingkat kabupaten.
Beberapa guru mempraktikkan langsung proses pembelajaran dengan
pendekatan PM ini di hadapan rekan-rekan guru yang lain. Mata pelajaran pertama
yang dipraktikkan adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas 9
dengan guru model Karolina Nurti Mardana, S.Pd kemudian disusul oleh Fransiska
Anil, S.Pd mempraktikkan mata pelajaran PPKn dan mata Pelajaran Prakarya dengan
guru model Maria Yasinta Jelita, S.Pd
Bentuk kegiatan praktikum tersebut menjadi bagian dari penerapan pendekatan
PM di dalam kelas. Setiap pelajaran yang telah dipresentasikan akan dievaluasi
bersama, bukan untuk menilai salah atau benarnya melainkan untuk menemukan
strategi-strategi yang dimungkinkan dapat meningkatkan pemahaman siswa secara
mendalam pada setiap mata pelajaran yang akan diberikan ketika pembelajaran
sesungguhnya di dalam kelas. Berbagai bentuk pernyataan, masukan dan pertanyaan
dengan sabar ditanggapi para fasilitator. Menurut mereka, pendekatan
pembelajaran mendalam lebih mengarah pada usaha untuk membuat para siswa
memiliki kemampuan mengaplikasikan secara nyata pengetahuan yang mereka
dapatkan di dalam kelas, sehingga pengamalan RPM bukan hanya meningkatkan
kemampuan kognisi para siswa saja, melainkan kemampuan dalam praktik di
kehidupan nyata.
Kegiatan MGMP kali ini memang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Kali ini,
selain ‘merombak’ kembali RPP dengan pendekatan PM, para guru juga melakukan
praktik mengajar sebagai bentuk penerapan RPP tersebut. Para guru kemudian melakukan
refleksi bersama sebagai langkah untuk memperdalam pemahaman berkaitan dengan
pendekatan pembelajaran mendalam ini agar mampu dituangkan secara optimal ketika
pembelajaran bersama siswa di dalam kelas.
Kegiatan MGMP tingkat sekolah ini akan dilanjutkan hingga Sabtu (10/1)
besok. Kasek Adrianus menuturkan bahwa penerapan RPM akan langsung dipraktikkan
pada Senin (12/1) mendatang. Beliau menyadari bahwa penyusunan RPM ini memang
membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena cukup banyak isinya. Para guru
diharapkan menyelesaikan RPM secara bertahap sehingga bisa membagi waktu antara
jam pelajaran dengan penuntasan RPM tersebut. “Saya berharap para guru bisa menyelesaikan
RPM mereka tanpa mengganggu jam mengajar di kelas, usahakan mengutamanakan RPM
yang akan dipakai saat mengajar di kelas.” Tutur beliau. Penulis : Admin