Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat UPTD SMP Negeri 1 Cibal hari Senin (15/7) resmi dimulai. Peserta didik baru diberikan beberapa materi yang telah dipersiapkan panitia kegiatan.
smpn1cibal.sch.id. Pagal (18/7). Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat UPTD SMP Negeri 1 Cibal hari Senin (15/7) resmi dimulai. Peserta didik baru diberikan beberapa materi yang telah dipersiapkan panitia kegiatan.
MPLS dibuka dengan upacara bendera yang diikuti seluruh peserta didik serta para tendik. Upacara bendera ini menjadi awal terselenggaranya kegiatan MPLS yang secara resmi dibuka kepala sekolah, Adrianus Saverius Sudu, S. Ag. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan gambaran umum kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga hari. Untuk kegiatan dengan beberapa materi, pihak lembaga mengundang pemateri dari luar, seperti pihak dari Keuskupan dan pihak Polsek Cibal. Usai upacara bendera, kepala sekolah mengenalkan para tendik kepada peserta didik baru.
Setelah pengenalan, para peserta didik baru diarahkan ke aula St. Fransiskus Asisi Pagal untuk mengikuti kegiatan MPLS. Sedangkan peserta didik kelas 8 dan 9 melakukan registrasi ulang.
MPLS dipandu wakil kepala sekolah selaku ketua panitia, Petrus Kari, S. Pd. Kemudian dilanjutkan dengan 'pemanasan' yang dipandu Agnes Soo, S. Ag. Beliau melatih peserta didik baru ini memperkenalkan beberapa bentuk salam.
Materi pertama dalam kegiatan ini berkaitan dengan penanganan kekerasan terhadap anak yang disampaikan oleh Romo Beben, Pr dari Keuskupan Ruteng. Beliau merupakan salah satu tokoh yang bergelut dalam bidang perlindungan anak. Beliau sekaligus menangani Sekami se-Keuskupan Ruteng. Di awal materinya, Romo Beben, Pr melakukan beberapa permainan dengan para peserta didik. Beliau memulai materinya dengan memaparkan beberapa hak dan kewajiban yang diperoleh dan dilakukan anak-anak. Selain itu, Romo Beben, Pr juga menjelaskan bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan dan dialami anak-anak. Beliau juga menerangkan kategori anak menurut usia.
Para peserta didik juga diberi kesempatan untuk berkreasi. Di akhir materi, para peserta bersama pemateri dan panitia MPLS mendeklarasikan anti bullying dan stop kekerasan yang ditandai dengan penandatanganan surat audiens yang dimulai kepala sekolah, Romo Beben, Pr, diikuti ketua panitia, Petrus Kari, S.Pd dan para panitia beserta seluruh peserta MPLS. Hal ini juga senada dengan status SMPN 1 Cibal sebagai Sekolah Ramah Anak. Penulis: Admin.