Proses pembelajaran di sekolah kembali dilaksanakan. Kegiatan ini sempat terhenti saat gempa yang melanda wilayah Flores pada Sabtu (15/8) lalu. Meskipun masih terasa gempa-gempa susulan, kegiatan belajar-mengajar tetap dilaksanakan. SMPN 1 Cibal menjadi salah satu lembaga yang melaksanakan kegiatan pembelajaran. Para murid mengikuti pembelajaran di dalam kelas darurat yang telah didirikan beberapa hari lalu bersama para orang tua murid.
Tenda Kasek dan Para Guru, Proses Pembelajaran, Salah Satu Bangunan Rusak Di Pintu Masuk Sekolah. Sumber Foto: Dok. Sekolah
smpn1cibal.sch.id. Pagal (2/9)- Proses pembelajaran di sekolah kembali dilaksanakan. Kegiatan ini sempat terhenti saat gempa yang melanda wilayah Flores pada Sabtu (15/8) lalu. Meskipun masih terasa gempa-gempa susulan, kegiatan belajar-mengajar tetap dilaksanakan. SMPN 1 Cibal menjadi salah satu lembaga yang melaksanakan kegiatan pembelajaran. Para murid mengikuti pembelajaran di dalam kelas darurat yang telah didirikan beberapa hari lalu bersama para orang tua murid.
Di tengah banyaknya getaran akibat gempa susulan yang tak kunjung berhenti, proses pembelajaran yang sempat ditiadakan selama hampir 3 minggu akhirnya kembali terlaksana. SMPN 1 Cibal adalah salah satu lembaga yang melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilakukan di luar ruangan. Sekolah dibantu para orang tua dan wali murid beberapa hari lalu mendirikan tenda-tenda sebagai pengganti ruang kelas.
Kepala SMPN 1 Cibal bersama dewan guru dalam rapat interrnal sebelumnya telah mengatur jadwal pembelajaran bagi para murid. "Anak-anak kita akan dibagi masing-masing 2 hari dalam seminggu. Untuk materi pembelajaran, saya harap dibuat sedemikian rupa agar mudah dipahami para murid," tegas Kepala SMPN 1 Cibal, Adrianus Saverius Sudu, S.Ag.
Hari ini, Rabu (2/9), kegiatan pembelajaran telah dimulai, jadwal pembelajaran bagi para murid kelas 9. Meskipun belajar di dalam kelas darurat, proses pembelajaran berjalan dengan baik. Sementara itu, beberapa guru sedang mendata para murid yang rumahnya mengalami kerusakan parah hingga masuk dalam kategori tak layak huni.
Ditemui di tenda kerja, Kepala SMPN 1 Cibal, Adrianus Saverius Sudu, S.Ag mengungkap bahwa kegiatan pembelajaran akan kita laksanakan sesuai dengan surat yang sebelumnya dikeluarkan dari Dinas PPO Kabupaten Manggarai. "Kita tetap akan melakukan koordinasi dengan Dinas PPO untuk mengetahui perkembangan-perkembangan selanjutnya, mengingat kondisi kita hingga saat ini masih diselimuti dengan kekhawatiran karena adanya gempa-gempa susulan yang tak kunjung berhenti," lanjut beliau.
Selain SMPN 1 Cibal, beberapa lembaga pendidikan seputaran Pagal juga mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas darurat. Hingga saat ini, kondisi bangunan di SMPN 1 Cibal masih rawan, karena beberapa bangunan yang rusak parah belum diurus. Para guru berharap pihak-pihak terkait segera melakukan pantauan terhadap situasi ini agar tidak menjadi penghalang dalam kegiatan pembelajaran. Penulis: Admin.