Seperti menunggu pergantian tahun, tak terasa perjalanan kita dalam tahun pelajaran 2022/2023 sebentar lagi akan mencapai garis finis. Kita mengikuti alur perjalanan waktu bersama terang dan gelap, siang-malam. Berbagai fenomena juga beriringan, bahkan sampai berpapasan dengan kita; hujan, angin; terik dan berbagai 'keusilan' yang ditampilkan alam.
Seperti menunggu pergantian tahun, tak terasa perjalanan kita dalam tahun pelajaran 2022/2023 sebentar lagi akan mencapai garis finis. Kita mengikuti alur perjalanan waktu bersama terang dan gelap, siang-malam. Berbagai fenomena juga beriringan, bahkan sampai berpapasan dengan kita; hujan, angin; terik dan berbagai 'keusilan' yang ditampilkan alam. Kita juga berjibaku dengan berbagai kemelut yang dihadapi dalam segala karya kita sebagai para profesional. Kita berbagi 'beti nai' yang kita hadapi di kelas; kenakalan anak-anak hingga mencapai puncak 'beti pucu'. Kita juga berbagi cerita sambil menyulut si 'batang api' dengan menyeruput manisnya si kopi yang aslinya pahit.
Iya. kopi. Nama pohon atau nama buah bukanlah masalah. Kopi tumbuh di mana-mana. Rasa aslinya juga sudah kita ketahui bersama. PA'IT. Namun kepahitan itu terlesap dengan campur tangannya sang 'gola,' hingga kopipun menjadi hilang kekhasannya. Memang terkadang kita harus menjaga kekhasan kita, namun itu bukan jaminan. Orang sering mengatakan "masih ada langit di atas langit", jadi tidak ada salahnya jika ciri khas kita ditambahkan dengan hal-hal positif yang tentunya akan membuat kita bisa lebih memapankan diri.
Saya bersyukur, kita semua bersyukur dipertemukan dari berbagai kekhasan. Lebih bersyukur lagi karena kita saling melengkapi kekhasan itu, bukan menghilangkannya. Tidak seperti matahari dan bulan yang hanya main setengah hari saja. Kebaikan-kebaikan kita senantiasa membawa kita pada keakraban yang lebih, walaupun masing-masing kita masih sedikit memiliki persoalan.
Coretan ini hanya sebagai refleksi, bukan pelampiasan. Kita sering dan pasti menantikan pergantian tahun dengan berbagai persiapan, dari tahun sebelumnya ke tahun selanjutnya. Apa salahnya kita menantikan tahun yang satu ini dengan hal yang sama, TAHUN PELAJARAN BARU. Selamat ber-apa saja. Tuhan selalu menaungi kita.