Seperti menunggu pergantian tahun, tak terasa perjalanan kita dalam tahun pelajaran 2022/2023 sebentar lagi akan mencapai garis finis. Kita mengikuti alur perjalanan waktu bersama terang dan gelap, siang-malam. Berbagai fenomena juga beriringan, bahkan sampai berpapasan dengan kita; hujan, angin; terik dan berbagai 'keusilan' yang ditampilkan alam.
Adrianus Saverius Sudu mengapresiasi kinerja para tendik. Beliau menyampaikan apresiasinya saat membuka rapat penentuan kenaikan kelas untuk kelas VII dan VIII. Rapat yang berlangsung pada Rabu (21/06) di ruang guru tersebut dipandu wakasek bidang kurikulum, Silvester Lensi Haki S.Pd.,Gr.
Setelah pelaksanaan PAS genap tahun pelajaran 2022/2023 yang berakhir kemarin, Jumat (16/06), UPTD SMP Negeri 1 Cibal menggelar kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI). Kendati disibukkan dengan penginputan nilai dan administrasi lain terkait program sekolah, beberapa tendik tampak aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Para peserta didik mengikuti PAS hari kedua sesuai jadwal, setelah semua mata pelajaran hari kedua dilaksanakan, para peserta didik yang sebelumnya mendapat sanksi langsung diarahkan ke ruangan untuk melaksanakan ujian mata pelajaran hari pertama yang tidak sempat mereka ikuti. Nampak raut muka mereka terlihat senang. Kepala UPTD SMP Negeri 1 Cibal juga sudah mengonfirmasi kepada beberapa orang tua peserta didik yang menghubungi beliau via telepon.
Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) St. Fransiskus Asisi Cibal dihadiri oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Manggarai, Nikolaus Nama Payon, S.Ag bersama Kasipenkat Venantius Jongurlin, S.Ag, pengawas tingkat dasar, Kanisius Kaut, S.Ag, dan 2 narasumber, yakni Stefanus Agming, S.Pd (tenaga pendidik SDI Sama Jaya Kec. Ruteng) dan Kristina Ganggur, S.Pd (tenaga pendidik di SMPK St. Fransiskus Saverius Langke Rembong).
Pancasila lahir dari keberagaman dan hadir menyatukan keberagaman itu, bukan untuk membuatnya jadi satu, melainkan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dan penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, memblokade berbagai sikap egois dan fanatik golongan tertentu, dan membuka mata masyarakat mengenai makna persatuan dan kesatuan yang tertuang dalam penggalan kalimat, “Bhineka Tunggal Ika”, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.