Sosialisasi dan simulasi bagi peserta didik kelasIX dilaksanakan dalam bentuk pemberian informasi mengenai cara pengisian lembar jawaban. Sosialisasi dilaksanakan karena soal yang diberikan kali ini berbentuk AKM, di mana bentuk soal terdiri atas pilihan ganda tunggal, pilihan ganda jamak, essai/uraian/isian singkat, soal benar-salah, pilihan setuju dan tidak setuju.
Beberapa pendidik terlihat sibuk menyambut para orang tua dan wali peserta didik yang tiba di sekolah untuk mengikuti rapat sosialisasi US untuk kelas IX. Sebagian pendidik juga disibukkan dengan pengepakkan soal-soal kelas IX yang telah digandakan. Terdapat berberapa tenaga kependidikan juga yang masih sibuk melakukan penggandaan soal-soal yang tersisa. Semua terlihat bekerja.
Pelaksaaan rapat mencapai beberapa kesepakatan antara pihak lembaga UPTD SMP Negeri 1 Cibal dengan para orang tua/ wali peserta didik. Orang tua dan wali peserta didik yang mewakili 163 peserta US ini menyetujui kesepakatan-kesepakatan dengan memberikan dukungan dalam beberapa bentuk terkait dengan kelancaran pelaksaaan US. Mereka (orang tua/wali) juga menandatangani kesepakatan-kesepakatan itu yang diwakili beberapa peserta rapat.
Meskipun ujian masih berbasis Kertas Pensil, soal-soal yang akan diberikan nantinya berupa soal AKM, seperti pilihan ganda jamak, soal benar-salah, pernyataan setuju/ya dan tidak setuju/tidak, dan uraian atau isian singkat.
Adapun jenis soal yang disusun disesuaikan dengan surat yang keluar dari Dinas PPO Kabupaten Manggarai, seperti soal pilihan ganda tunggal, pilihan ganda jamak, mencocokkan, soal benar-salah, uraian atau isian singkat, dan soal-soal berupa pernyataan setuju dan tidak setuju. Jumlah soal juga sudah mengikuti anjuran sesuai surat yang dikirimkan Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai.
kepala UPTD SMP Negeri 1 Cibal, Adrianus Saverius Sudu, S.Ag meminta kepada semua guru untuk menyusun soal dengan memerhatikan kualitas atau tingkat kesukaran soal. “Saya minta semua guru menyusun soal dengan melihat tingkat kesukaran soal-soal tersebut, agar tidak sekadar selesai penyusunannya. Mutu soal harus diperhatikan.” Tegas beliau.